“Pernah nggak sih ketika ada seseorang yang memberikan nasihat lalu kita sering bergumam dalam hati memang kamu telah bersikap lebih baik kok memberikan nasehat?” tanya Chalya Pavita Putri. Peserta didik kelas VIII-B SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) itu melanjutkan dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) bahkan ada diantara kita sering bergumam dalam hati dengan mengatakan, ah sok baik memberikan nasihat. Cewek berkacamata itu melontarkan pertanyaan tersebut dalam kultum iftarnya yang bertema hakikat nasihat.
Hadits Tamim
bin Aus ad-Dari Radhiyallahu Anhu menjelaskan agama itu adalah nasihat. Lalu para
sahabat Rasulullah SAW. bertanya “Untuk siapa nasihat itu?” Rasulullah
menjawab, “Untuk Allah SWT., Kitab-Nya, Rasul-Nya, Imam kaum muslimin atau
mukminin, dan bagi segenap kaum muslimin.”Untuk itulah, sebagai kaum muslim
wajib menasihati atau dinasihati.
“Nasihat
dapat berupa petuah panjang atau kalimat singkat yang berupa perintah atau
larangan. Hakikat nasihat mengarah untuk kebaikan diri sendiri maupun orang
lain,” ujar cewek yang juga jago membaca puisi itu. Ia melanjutkan datangnya nasihat
bisa dari orang tua, guru, orang nggak
dikenal atau bahkan orang yang kita anggap level kehidupannya jauh di bawah. Ali
Bin Abi Thalib menyerukan jangan pernah melihat siapa yang memberikan nasihat
tetapi dengarkan dan lihatlah isi nasihat yang dikatakan.
“Ada
seseorang yang menyampaikan nasihat dengan lemah lembut tapi malah
menjerumuskan ke arah yang nggak baik,”
ujarnya. Cewek dari pasangan Raden Yuniarto dan Adriane Mulia Safitri itu
menambahkan bahwa ada yang nasihat penuh kebaikan, namun kurang pas untuk
didengar. Lalu cewek yang merupakan anak tunggal itu memberikan beberapa cara agar
mengetahui nasihat yang bersifat baik atau bersifat buruk.
Chalya Pavita Putri sedang menyampaikan kultum iftar Ramadhan 1443 H di kanal youtube Spemma Surabaya
Pertama,
kembali lah pada pedoman hidup manusia Islam berakal sehat yaitu Al-Qur’an dan
Sunnah. Tolak dan tinggalkan nasihat itu, bila tidak sesuai dengan pedoman tersebut.
Bersikaplah sebaliknya bila nasihat itu sesuai kedua pedoman dasar itu. “Nah, gimana kalau masih ada saja seseorang
diberi nasihat sesuai Al-Qur’an dan Sunnah tetapi hatinyamasih menolah dengan
keras?” tanya Chalya. Cewek yang beberapa kali menang dalam lomba baca puisi
itu menjelaskan bahwa seseorang yang hatinya masih keras menerima nasihat baik,
maka ingatlah kematian.
“Lho, kok ingat kematian?” tanya cewek
yang belajar berpuisi dari Ibunya itu. Ia menjelaskan kematian adalah nasihat
terbaik. Ketika kematian datang nggak
ada lagi kesempatan untuk beramal baik. Nggak
ada lagi kesempatan memperbaiki kesalahan. Bahkan, nggak ada lagi kesempatan untuk bertaubat.
“Dalam Al-Ashr
ayat 1-3 menjelaskan demi masa sesungguhnya manusia itu dalam keadaan rugi, kecuali
mereka yang beriman, beramal sholeh, dan selalu mengingatkan akan
kebaikan-kebaikan,” tambahnya di akhir kultum iftarnya.
Kegiatan yang
disiarkan melalui kanal Youtube Spemma Surabaya itu wajib ditonton oleh seluruh
peserta didik yang di rumah. Seluruh peserta didik dijadwal secara bergiliran untuk
mengikuti kegiatan pembinaan ibadah selama Ramadhan 1443 H. “Bagi peserta didik
yang terjadwal pembinaan ibadah di rumah dilakukan secara daring dengan menyaksikan
kultum Iftar di Youtube,” ujar R. Teguh Tri Prasetiyo, SPd selaku ketua panitia
kegiatan. Guru Seni Budaya itu juga menambahkan peserta didik yang dirumah
wajib mengumpulkan rangkuman dari kultum iftar setiap menjelang berbuka puasa
tersebut melalui tautan yang telah dibuat panitia. (Alimmatus Firmansyah, SPd)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar