Senin, 18 April 2022

Lima Tips Hindari Insecure Ala Dai Muda Spemma

Pernahkah kalian merasa tidak percaya diri? Pernahkah kalian selalu suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Nah, kalau pernah artinya kalian sedang mengalami insecure. Itulah pertanyaan pemicu yang dilontarkan Zabrina Putri Ardiansyah dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum). Tepat menjelang berbuka puasa pada Senin (17/4), peserta didik kelas VII-F itu menjelaskan seseorang yang mengalami insecure lebih fokus pada kekurangan dirinya dibanding memaksimalkan potensinya. “Hal-hal yang dibandingkan biasanya terkait pandangan masyarakat, misalnya bentuk tubuh, warna kulit, pekerjaan, dan lain-lain,” ujar cewek dalam kultum yang disampaikan di Youtube SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) Surabaya itu.  

Lalu bagaimana caranya agar terhindar dari sikap insecure? “Pertama, terimalah kondisi pada diri sendiri. Bila telah mampu berdamai dengan segala kekurangan dalam diri, maka perkataan buruk dari orang lain tidak akan berarti apa-apa,” jelasnya. Cewek yang mengenakan baju Hizbul Wathan saat menyampaikan kultumnya menambahkan Allah SWT. berfirman dalam Surat Ar-Rum ayat 22 yang artinya “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlainan bahasa dan warna kulit. Sesungguhnya demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. 

Zabrina Sampaikan Lima Tips Hindari Insecure Pada Kultum Iftarnya di Youtube Spemma Surabaya

Kedua, memaksimalkan potensi atau kelebihan setiap orang. Tidak perlu fokus pada kekurangan. Lebih baik alihkan pada kegiatan untuk mengembangkan potensi diri. Ketiga, jangan suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Allah SWT. telah mengatur seluruh bagian tubuh yang kita miliki. Keempat, jangan kufur terhadap nikmat Allah SWT. Hal itu termaktub dalam Al-Hujurat ayat 13 yang artinya sesungguhnya kami menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Lalu menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia disisi Allah ialah orang yang paling taqwa.

“Tidak perlu membuat perbedaan menjadi ajang pembanding diri sendiri. Hal itu dapat menyebabkan rasa tidak bersyukur,” tambah dai muda Spemma itu. Kelima, selalu bersyukur akan adanya perbedaan. Bersyukur atas semua nikmat dan karunia Allah SWT. telah berikan dan dilebihkan untuk setiap manusia. Seperti halnya, munculnya pelangi yang terlihat indah karena keberagaman warnanya. (Alimmatus Firmansyah, SPd) 


Jumat, 08 April 2022

Belajar Menulis Siswa Ini Ajak Temannya Jadikan Ilmu Al-Qur’an Sebagai Pondasi Ilmu di Portal NGAGELMU.ID

 HomeBERITA TERKINI

Siswa Ini Ajak Temannya Jadikan Ilmu Al-Qur’an Sebagai Pondasi Ilmu

NGAGELMU.Id – Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina. Ya, itulah ungkapan bahasa Arab yang sering kita dengar. Arti ungkapan itu menunjukkan kita harus senantiasa menuntut ilmu sejak lahir hingga wafat. Rasa “haus” dan “lapar”akan ilmu menjadi pembeda antara seseorang yang berilmu dengan tidak berilmu. Mengapa? “Lewat ilmu dapat mengontrol berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari kepribadian hingga bermasyarakat,” ujar Mahendra Triwikramawardhana Agung.

Mahendra, sapaan akrab di sekolah, menambahkan, “Nggak mungkin manusia yang baru lahir telah memiliki ilmu. Melalui belajar, seseorang akan bertambah ilmunya.” Hal itu termaktub dalam wahyu kali pertama yang disampaikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang berbunyi bacalah menyebut nama tuhanmu. Allah SWT telah menciptakan manusia dari segumpal darah dan dialah yang maha mulia. Itulah pembuka Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang disampaikan pada Rabu (6/4) bertema menuntut ilmu melalui youtube Spemma (SMP Muhammadiyah 5 Surabaya).

Cowok berkacamata itu menunjukkan melalui wahyu Allah SWT. itu menguatkan perintah menuntut ilmu tanpa batas. Ada beberapa keutamaan menuntut ilmu diantaranya, manfaatnya akan menjadi amal jariyah terus mengalir hingga wafat. Asal ilmu dibagikan pada orang lain dan orang itu membagikannya lagi pada orang lainnya. Menuntut ilmu juga dapat memudahkan jalan menuju surga. Allah SWT. telah berjanji pada seseorang yang menuntut ilmu akan meninggikan derajatnya.

Janji Allah itu telah termaktub dalam surat Al Mujadilah ayat 11. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Begitulah peserta didik kelas IX-G itu menyampaikan ayat Al-Qur’an saat jelang berbuka puasa. Cowok yang ibunya bekerja sebagai konselor itu pun menuturkan.

“Jadikan ilmu Al-Qur’an sebagai pondasi utama dari berbagai ilmu yang kita pelajari di dunia ini. Teruslah belajar lebih semangat menggali ilmu Al-Qur’an seperti halnya Rasullullah beserta para sahabatnya.”

Kegiatan pembinaan ibadah di Spemma tidaklah hanya menyaksikan kultum dari peserta didik saja. Namun, setiap hari di ramadhan 1443 H seluruh kelas dijadwal secara bergilir. “Tiap hari ada tiga kelas yang datang ke sekolah membawa ta’jil dan santapan berbuka puasa,” kata R. Teguh Tri Prasetiyo, S.Pd. selaku ketua panitia. Guru berkacamata itu juga menambahkan peserta didik juga diajarkan berbagi makanan berbuka puasa untuk orang lain. (Alimmatus Firmansyah/Mul)

Belajar Menulis Jadikan Al-Qur’an sebagai Fondasi Utama Berbagai Macam Ilmu di KLIKMU.CO

 Beranda  Berita  Jadikan Al-Qur’an sebagai Fondasi Utama Berbagai Macam Ilmu

Jadikan Al-Qur’an sebagai Fondasi Utama Berbagai Macam Ilmu

0
43
Mahendra saat menyampaikan Kultum Iftar melalui Youtube Spemma Surabaya. (Alimmatus Firmansyah/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina. Ya, itulah ungkapan bahasa Arab yang sering kita dengar. Arti ungkapan itu menunjukkan kita harus senantiasa menuntut ilmu sejak lahir hingga wafat. Rasa “haus” dan “lapar”akan ilmu menjadi pembeda antara seseorang yang berilmu dengan tidak berilmu. Mengapa? Lewat ilmu dapat mengontrol berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari kepribadian hingga bermasyarakat.

Demikian salah satu materi yang disampaikan Mahendra Triwikramawardhana Agung dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Rabu (6/4) lalu bertema menuntut ilmu melalui Youtube Spemma (SMP Muhammadiyah 5 Surabaya).

Mahendra, sapaan akrabnya di sekolah, menambahkan, tidak mungkin manusia yang baru lahir telah memiliki ilmu. Melalui belajar, seseorang akan bertambah ilmunya.

“Hal itu termaktub dalam wahyu kali pertama yang disampaikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang berbunyi bacalah menyebut nama tuhanmu. Allah SWT telah menciptakan manusia dari segumpal darah dan dialah yang maha mulia,” ujarnya.

Cowok berkacamata itu menunjukkan melalui wahyu Allah SWT itu menguatkan perintah menuntut ilmu tanpa batas. Ada beberapa keutamaan menuntut ilmu, di antaranya manfaatnya akan menjadi amal jariyah terus mengalir hingga wafat.

“Asal ilmu dibagikan pada orang lain dan orang itu membagikannya lagi pada orang lainnya. Menuntut ilmu juga dapat memudahkan jalan menuju surga. Allah SWT telah berjanji pada seseorang yang menuntut ilmu akan meninggikan derajatnya,” terangnya.

Janji Allah itu telah termaktub dalam surat Al Mujadilah ayat 11. Bunyinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

“Jadikan ilmu Al-Qur’an sebagai fondasi utama dari berbagai ilmu yang kita pelajari di dunia ini. Teruslah belajar lebih semangat menggali ilmu Al-Qur’an seperti halnya Rasullullah beserta para sahabatnya,” ujar peserta didik kelas IX-G itu.

Sementara itu, kegiatan pembinaan ibadah di Spemma tidaklah hanya menyaksikan kultum dari peserta didik. Namun, setiap hari di Ramadhan 1443 H seluruh kelas dijadwal secara bergilir.

“Tiap hari ada tiga kelas yang datang ke sekolah membawa takjil dan santapan berbuka puasa,” kata R. Teguh Tri Prasetiyo SPd, ketua panitia. Guru berkacamata itu menambahkan, peserta didik juga diajarkan berbagi makanan berbuka puasa untuk orang lain. (Alimmatus Firmansyah/AS)

Dai Muda Spemma Ajak Bertaubat dan Beri Tips Kunci Tampar Maksiat

“Pernahkah teman-teman mengalami banyak masalah pada satu hari mulai dari handphone nge-hang, sinyal internet lemot, atau bahkan hingga terjatuh dari motor? Itu semua teguran dari Allah SWT. Kok, bisa? Ya, karena teman-teman telah berbuat maksiat dan berdosa.” kata Alfi Rofidah. Peserta didik SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) menjelang berbuka puasa itu menambahkan kejadian buruk akibat maksiat tidak akan langsung terjadi. Tetapi Allah SWT. terlebih dahulu menurunkan kegundahan dan kerisauan dalam hati.

Cewek kelas VIII-A pada Jum’at (8/4) mengingatkan bila rasa risau dalam hati masih terjadi, Allah SWT. memberi tanda untuk segera bertaubat. Ada kalanya kita telah melewatkan waktu taubat itu dengan mengulang kembali kebiasaan berbuat maksiat. Yuk, kita belajar dari cerita di zaman Rasulullah SAW. berikut.

Seorang pemuda tertarik masuk Islam. Tapi takut dan ragu karena ia suka berbuat maksiat dan dilarang Rasulullah SAW. Pemuda itu memberanikan diri bertanya pada Nabi Muhammad SAW. “Apakah saya boleh masuk Islam? Rasulullah pun menjawab, boleh namun syaratnya tidak boleh berbohong.” cerita Alfi, Dai Muda Spemma di Youtube Spemma Surabaya itu. Cewek kelas VIII-A itu melanjutkan ceritanya, pemuda itu akhirnya lega dan gampang syarat masuk Islam. Nah, keesokan harinya pemuda itu sewaktu ingin berbohong lagi menjadi teringat pesan Rasulullah SAW. harus berkata jujur. Akhirnya, pemuda itu tidak ingin berbuat maksiat dengan cara berbohong kembali.      

Alfi Ajak dan Beri Tips Kunci Tampar Maksiat di Youtube Spemma Surabaya

Pesan dari cerita singkat tadi menunjukkan bahwa sekecil kebaikan yang selalu kita istiqomahkan akan membantu move on dari maksiat. Begitu pula sebaliknya, sekecil dosa yang selalu kita lakukan akan menjerumuskan pada pintu dosa besar. Hal itu termaktub pada Al-Qur’an Surat Al-Zalzalah ayat 7 – 8. “Karena dengan berbohong, kita akan berusaha untuk menutupi kebenaran itu sebelum waktunya terungkap.  Dosa seperti mencuri, membully, atau lainnya akan merugikan diri sendiri dan orang lain,” kata dai muda Spemma berkacamata itu.  

“Nah, kunci move on dari maksiat adalah berpikirlah sebelum bertindak. Pertimbangkanlah dampak dari tindakan yang telah dilakukan bagi masa depan. Tanamkan dan selalu istiqomah pada amalan kebaikan. Mengapa? Seluruh amalan kebaikan seperti berkata jujur, bersedekah, selalu bantu orang tua bukan untuk orang lain atau diri sendiri melainkan untuk Allah SWT. Melalui amalan baik itu, Allah SWT. akan selalu senantiasa menolong kita untuk lepas dari perbuatan maksiat,” jelas cewek yang menyampaikan tema kultum berjudul tips menampar maksiat.  

Move on dari maksiat itu pasti panjang prosesnya dan selalu banyak godaan. Pesan Allah SWT. dalam surat Al-Insyiroh ayat 5 – 6 disebutkan sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan. “Ayo, bersama-sama untuk fastabiqul khoirot dan bertobat menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi agar masuk surge. Aamin.” ajak cewek yang akrab dipanggil alfi.  

Wadah dai muda tahun ini memberi semangat tebar kebaikan di Ramadhan 1443 H. Spesial bulan penuh berkah tahun ini dikhususkan pada peserta didik. “Mengasah dan berlatih berbicara di khalayak umum, mengajak dan menjadi contoh baik teman sekolahnya,” ungkap R. Teguh Tri Prasetyo selaku ketua panitia kegiatan. (Alimmatus Firmansyah, SPd). 

Rabu, 06 April 2022

Belajar Menulis Dai Muda Spemma Ungkap Tiga Tugas Utama Khalifah di Portal KLIKMU.CO

 Beranda  Berita  Dai Muda Spemma Ungkap Tiga Tugas Utama Khalifah

Dai Muda Spemma Ungkap Tiga Tugas Utama Khalifah

0
75
Aurel menyampaikan kultum iftar di kanal Youtube Spemma Surabaya. (Tangkapan layar/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – “Buanglah sampah pada tempatnya! Jargon itu sering menempel di dekat tempat sampah. Jargon itu dapat menjadikan kita sebagai pemimpin (khalifah). Lho,kok bisa?”

Itulah contoh sederhana yang disampaikan dai muda Nathania Aurellia Maharani dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) iftarnya pada Selasa (5/4/2022). Aurel, sapaan akrabnya, merupakan siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma). Dia menambahkan, Allah SWT memberikan bekal berupa akal cerdas untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.

“Dalam surat Al-Baqarah ayat 30 menyebutkan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat bahwa Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi. Mereka berkata apakah engkau hendak menjadikan mereka orang yang akan merusak muka bumi. Allah berfirman sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui,” jelas peserta didik kelas VIII-G itu dalam kultum yang disiarkan di kanal Youtube Spemma Surabaya.

Siswi yang juga menjadi ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) itu menyampaikan kisah penciptaan Nabi Adam SAW oleh Allah SWT sebagai khalifah. Lalu, mengapa engkau menjadikan khalifah di bumi bila akan menciptakan pertumpahan darah dan kerusakan. Allah berfirman sesungguhnya aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

“Apa saja, sih, tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi?” tanya dia retoris. “Pertama, memakmurkan bumi. Kedua, melestarikan bumi. Ketiga, perlindungan,” tambah alumnus SD Muhammadiyah 4 itu.

Sementara itu, R. Teguh Tri Prasetyo selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan kali ini berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. “Spemma selama Ramadhan tahun ini mewadahi dai-dai muda untuk mensyiarkan nilai-nilai agama Islam melalui Kultum menjelang berbuka puasa,” ujarnya kepada KLIKMU.CO.

Pria berkacamata itu menambahkan, kegiatan serupa dilakukan secara luring di sekolah mulai dari berbuka puasa bersama hingga shalat Tarawih. (Alimmatus Firmansyah/AS)

Belajar Menulis Dai Muda Spemma Sampaikan Tiga Tugas Utama Khalifah di Portal NGAGELMU.ID

 HomeBERITA TERKINI

Dai Muda Spemma Sampaikan Tiga Tugas Utama Khalifah

NGAGELMU.ID – “Buanglah sampah pada tempatnya! Jargon itu sering menempel di dekat tempat sampah. Jargon itu dapat menjadikan kita sebagai pemimpin (khalifah). Lho,kok bisa?”

Itulah contoh sederhana yang disampaikan Nathania Aurellia Maharani dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) iftarnya pada Selasa (5/4) melalui media Youtube Spemma Surabaya.

Aurel, sapaan akrabnya, menambahkan Allah SWT. memberikan bekal berupa akal cerdas untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.

“Dalam Surat Al-Baqarah ayat 30 menyebutkan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat bahwa Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi. Mereka berkata apakah engkau hendak menjadikan mereka orang yang akan merusak muka bumi. Allah berfirman sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui,” jelas peserta didik kelas VIII-G itu.

Siswi yang juga menjadi ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) itu menyampaikan kisah penciptaan Nabi Adam SAW. oleh Allah SWT. sebagai khalifah. Lalu mengapa engkau menjadikan khalifah di Bumi bila akan menciptakan pertumpahan darah dan kerusakan. Allah berfirman sesungguhnya aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

“Apa saja, sih, tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi? Pertama, memakmurkan bumi. Kedua, melestarikan bumi. Ketiga, perlindungan.” tambah alumnus SD Muhammadiyah 4 itu. Berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

“Spemma selama Ramadhan tahun ini mewadahi dai-dai muda untuk mensyiarkan nilai-nilai agama Islam melalui Kultum menjelang berbuka puasa,” ujar R. Teguh Tri Prasetyo selaku ketua panitia kegiatan. Pria berkacamata itu menambahkan kegiatan serupa dilakukan secara luring di sekolah mulai dari berbuka puasa bersama hingga shalat tarawih. (Alimmatus Firmansyah/Mul)

Siswa Ini Ajak Temannya Jadikan Ilmu Al-Qur’an Sebagai Pondasi Ilmu

 Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina. Ya, itulah ungkapan bahasa Arab yang sering kita dengar. Arti ungkapan itu menunjukkan kita harus senantiasa menuntut ilmu sejak lahir hingga wafat. Rasa “haus” dan “lapar”akan ilmu menjadi pembeda antara seseorang yang berilmu dengan tidak berilmu. Mengapa? “Lewat ilmu dapat mengontrol berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari kepribadian hingga bermasyarakat,” ujar Mahendra Triwikramawardhana Agung.

Mahendra, sapaan akrab di sekolah, menambahkan, “Nggak mungkin manusia yang baru lahir telah memiliki ilmu. Melalui belajar, seseorang akan bertambah ilmunya.” Hal itu termaktub dalam wahyu kali pertama yang disampaikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang berbunyi bacalah menyebut nama tuhanmu. Allah SWT telah menciptakan manusia dari segumpal darah dan dialah yang maha mulia. Itulah pembuka Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang disampaikan pada Rabu (6/4) bertema menuntut ilmu melalui youtube Spemma (SMP Muhammadiyah 5 Surabaya).

Mahendra Sampaikan Kultum Iftar Melalui Youtube Spemma Surabaya

Cowok berkacamata itu menunjukkan melalui wahyu Allah SWT. itu menguatkan perintah menuntut ilmu tanpa batas. Ada beberapa keutamaan menuntut ilmu diantaranya, manfaatnya akan menjadi amal jariyah terus mengalir hingga wafat. Asal ilmu dibagikan pada orang lain dan orang itu membagikannya lagi pada orang lainnya. Menuntut ilmu juga dapat memudahkan jalan menuju surga. Allah SWT. telah berjanji pada seseorang yang menuntut ilmu akan meninggikan derajatnya.  

Janji Allah itu telah termaktub dalam surat Al Mujadilah ayat 11. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Begitulah peserta didik kelas IX-G itu menyampaikan ayat Al-Qur’an saat jelang berbuka puasa. Cowok yang ibunya bekerja sebagai konselor itu pun menuturkan, “Jadikan ilmu Al-Qur’an sebagai pondasi utama dari berbagai ilmu yang kita pelajari di dunia ini. Teruslah belajar lebih semangat menggali ilmu Al-Qur’an seperti halnya Rasullullah beserta para sahabatnya.”

Kegiatan pembinaan ibadah di Spemma tidaklah hanya menyaksikan kultum dari peserta didik saja. Namun, setiap hari di ramadhan 1443 H seluruh kelas dijadwal secara bergilir. “Tiap hari ada tiga kelas yang datang ke sekolah membawa ta’jil dan santapan berbuka puasa,” kata R. Teguh Tri Prasetiyo, S.Pd. selaku ketua panitia. Guru berkacamata itu juga menambahkan peserta didik juga diajarkan berbagi makanan berbuka puasa untuk orang lain. (Alimmatus Firmansyah, SPd)

Lima Tips Hindari Insecure Ala Dai Muda Spemma

Pernahkah kalian merasa tidak percaya diri? Pernahkah kalian selalu suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Nah, kalau pernah art...