Jumat, 27 Agustus 2021

Belajar Menulis Lomba 17 Agustusan di Portal KLIKMU.CO

IPM Spemma Gelar Lomba Mobile Legends hingga OOTD  

Tren permainan olahraga yang dilakukan secara daring atau E-Sport terus berkembang mulai dari jenis hingga kreativitasnya. Salah satunya yaitu permainan mobile legends yang banyak digemari anak-anak. Untuk menjaring bakat peserta didik dalam E-Sport, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhamamdiyah 5 Surabaya (Spemma) menggelar lomba itu untuk memeriahkan kegiatan 17-Agustusan. Serunya adu strategi dalam pemilihan hero dan kelihaian jari-jari peserta didik dalam memainkan skill tiap hero di masing-masing timnya dapat disaksikan di tautan https://youtu.be/KhotcA5WezE. Melalui sistem permainan single elemination dan dijadikan ajang podcast dalam tiap game-nya akhirnya tim Barokah E-Sport yang terdiri dari Ihsan (IX-C), Muhammad Syah Erham Amru (IX-C), Nur Fajar A.(IX-C), Thiraffi Putra (IX-C), dan Alvitho Zhafir Irsan (IX-G) menjadi jawara pertama. Sedangkan juara kedua dan ketiga diraih oleh tim Para Poke Bersatu dan tim Bahagia di Jerman.     

Selain lomba puisi tersebut, lomba poster, Outfit Of The Day (OOTD), dan mobile legends juga turut digelar untuk merayakan 17-Agustusan. "Lomba tersebut dipilih agar peserta didik dapat menyalurkan bakatnya, membentuk sikap sportif dan kompetitif, serta menjadi pribadi muslim sejati di era pandemi dengan teknologi," jelas Drs. Alim, MPdI selaku Kepala Sekolah. Beliau menambahkan seluruh lomba diadakan secara daring demi menjaga protokoler kesehatan. 

"Tiap kelas wajib mengikuti maksimal dua jenis lomba," kata Zakiyah selaku ketua panitia lomba dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemma. Cewek yang pernah menjuarai lomba wushu tingkat nasional itu menambahkan lomba puisi, desain poster, dan OOTD digelar mulai Rabu - Sabtu (11-14/8) dengan mengumpulkan video atau foto di tautan yang telah diberikan panitia. Lomba mobile legends digelar dari babak penyisihan hingga final dimulai dari Minggu - Selasa (15-17/8). Pengumuman pemenang disampaikan melalui instagram IPM Spemma dan melalui whatsapp.

Gede Raka Pradipta Dewandaru yang menjadi pemenang jawara pertama lomba puisi SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma). Rekaman video cowok kelas VII-A itu dapat dilihat di tautan https://drive.google.com/file/d/1RwuOCzqVWABeGQrUCCiAib1k6IjLRnlH/view?usp=sharing. Intonasi pengucapan tiap kata yang lantang nan jelas, mimik wajah, dan kesesuaian tema menjadi faktor pendukung kemenangannya. Semangat yang berapi-api dalam menjelaskan maksud isi puisi yang dibawakannya juga memukau para juri. Seluruh peserta lomba puisi diwajibkan membuat tema Indonesiaku yang dibuat sendiri oleh masing-masing peserta didikSedangkan puisi dengan judul Negeriku Indonesia karya Kevina Atalie (VII-E) meraih posisi jawara kedua.     

Merdeka di Tengah Pandemi menjadi tema lomba desain poster yang wajib dibuat oleh tiap peserta lomba. Alzena Naurah Wibisono (VIII-E) sebagai juara pertama dan Rizka Putri Pertiwi (VII-F) sebagai juara kedua memenuhi persyaratan pemenang. Ide yang orisinal, kesesuaian tema, dan konsep desain merupakan tiga faktor penilaian untuk menjadi pemenang.    

Peserta didik yang suka dengan memadupadankan baju dan tampil percaya diri dengan fotonya dapat mengikuti lomba OOTD. Nuansa Indonesia menjadi tema lomba dan juri menilai dari segi keserasian pakaian, gaya foto, dan kesesuaian tema untuk menjadi pemenangnya. Raissa Putri Nugraha (VIII-B) dan Atila Farra Maheera (IX-G) menjadi jawara pertamadan kedua lomba ini. (Alimmatus Firmansyah, S.Pd.) 

Meriahkan Agustusan, IPM Gelar Lomba Mobile Legens hingga OOTD

0
44
Desain poster juara pertama karya Alzena Naurah Wibisono (VIII-E). (Alimmatus Firmansyah/KLIKMU.CO)
KLIKMU.CO – Tren permainan olahraga yang dilakukan secara daring atau E-Sport terus berkembang mulai dari jenis hingga kreativitasnya. Salah satunya yaitu permainan mobile legends yang banyak digemari anak-anak.

Untuk menjaring bakat peserta didik dalam E-Sport, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhamamdiyah 5 Surabaya (Spemma) menggelar lomba Mobile Legends untuk memeriahkan kegiatan 17 Agustusan. Serunya adu strategi dalam pemilihan hero dan kelihaian jari-jari peserta didik dalam memainkan skill tiap hero di masing-masing timnya, dapat disaksikan di tautan: https://youtu.be/KhotcA5WezE.

Melalui sistem permainan single elemination dan dijadikan ajang podcast dalam tiap game-nya, akhirnya tim Barokah E-Sport yang terdiri dari Ihsan (IX-C), Muhammad Syah Erham Amru (IX-C), Nur Fajar A.(IX-C), Thiraffi Putra (IX-C), dan Alvitho Zhafir Irsan (IX-G) menjadi jawara pertama. Sedangkan juara kedua dan ketiga diraih oleh tim Para Poke Bersatu dan tim Bahagia di Jerman.

Selain lomba itu, ada pula lomba puisi, lomba poster, hingga Outfit Of The Day (OOTD). “Lomba tersebut dipilih agar peserta didik dapat menyalurkan bakatnya, membentuk sikap sportif dan kompetitif, sehingga menjadi pribadi muslim sejati di era pandemi dengan teknologi,” jelas Drs. Alim, MPdI selaku Kepala Sekolah.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh lomba diadakan secara daring demi menjaga protokoler kesehatan.

“Tiap kelas wajib mengikuti maksimal dua jenis lomba,” kata Zakiyah selaku ketua panitia lomba dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemma.

Perempuan yang pernah menjuarai lomba wushu tingkat nasional itu menambahkan bahwa lomba puisi, desain poster, dan OOTD digelar mulai Rabu – Sabtu (11-14/8). Para peserta diminta mengumpulkan video atau foto di tautan yang telah diberikan panitia.

“Lomba mobile legends digelar dari babak penyisihan hingga final dimulai dari Minggu – Selasa (15-17/8). Pengumuman pemenang disampaikan melalui instagram IPM Spemma dan melalui WhatsApp,” katanya.

Sementara itu, Gede Raka Pradipta Dewandaru, salah satu pemenang lomba puisi SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma). Rekaman video cowok kelas VII-A itu dapat dilihat di tautan https://drive.google.com/file/d/1RwuOCzqVWABeGQrUCCiAib1k6IjLRnlH/view?usp=sharing.

Raissa Putri Nugraha (VIII-B) menjadi juara pertama lomba OOTD. (Alimmatus Firmansyah/KLIKMU.CO)

Intonasi pengucapan tiap kata yang lantang nan jelas, mimik wajah, dan kesesuaian tema menjadi faktor pendukung kemenangannya. Semangat yang berapi-api dalam menjelaskan maksud isi puisi yang dibawakannya juga memukau para juri.

Seluruh peserta lomba puisi diwajibkan membuat tema Indonesiaku yang dibuat sendiri oleh masing-masing peserta didik. Sedangkan puisi dengan judul Negeriku Indonesia karya Kevina Atalie (VII-E) meraih posisi jawara kedua.

Merdeka di Tengah Pandemi menjadi tema lomba desain poster yang wajib dibuat oleh tiap peserta lomba. Alzena Naurah Wibisono (VIII-E) sebagai juara pertama dan Rizka Putri Pertiwi (VII-F) sebagai juara kedua memenuhi persyaratan pemenang. Ide yang orisinal, kesesuaian tema, dan konsep desain merupakan tiga faktor penilaian untuk menjadi pemenang.

Peserta didik yang suka dengan memadupadankan baju dan tampil percaya diri dengan fotonya dapat mengikuti lomba OOTD. Nuansa Indonesia menjadi tema lomba dan juri menilai dari segi keserasian pakaian, gaya foto, dan kesesuaian tema untuk menjadi pemenangnya. Raissa Putri Nugraha (VIII-B) dan Atila Farra Maheera (IX-G) menjadi jawara pertama dan kedua lomba ini. (Alimmatus Firmansyah/RF)

Kamis, 26 Agustus 2021

Belajar Menulis Berita IPM Spemma Gelar Lomba 17-Agustusan di Portal PWMU.CO

IPM Spemma Gelar Lomba Puisi hingga Mobile Legends 

Merdeka Indonesia 
Dengan tangisan banjir air mata 

Berkobar hasrat juang pahlawan bangsa 
Busungkan dada pahlawan bela negara 

Merdeka atau mati 
Tombakkan bambu runcing 
Tarik busur panah 
Bidik tepat dijantung penjajah 
Hunuskan pedang tancapkan keris
Biarkan penjajah itu enyah 

Itulah potongan dari puisi ciptaan Gede Raka Pradipta Dewandaru yang menjadi pemenang jawara pertama lomba puisi SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma). Rekaman video cowok kelas VII-A itu dapat dilihat di tautan https://drive.google.com/file/d/1RwuOCzqVWABeGQrUCCiAib1k6IjLRnlH/view?usp=sharing. Intonasi pengucapan tiap kata yang lantang nan jelas, mimik wajah, dan kesesuaian tema menjadi faktor pendukung kemenangannya. Semangat yang berapi-api dalam menjelaskan maksud isi puisi yang dibawakannya juga memukau para juri. Seluruh peserta lomba puisi diwajibkan membuat tema Indonesiaku yang dibuat sendiri oleh masing-masing peserta didik. Sedangkan puisi dengan judul Negeriku Indonesia karya Kevina Atalie (VII-E) meraih posisi jawara kedua.     

Selain lomba puisi tersebut, lomba poster, Outfit Of The Day (OOTD), dan mobile legends juga turut digelar untuk merayakan 17-Agustusan. "Lomba tersebut dipilih agar peserta didik dapat menyalurkan bakatnya, membentuk sikap sportif dan kompetitif, serta menjadi pribadi muslim sejati di era pandemi dengan teknologi," jelas Drs. Alim, MPdI selaku Kepala Sekolah. Beliau menambahkan seluruh lomba diadakan secara daring demi menjaga protokoler kesehatan. 

"Tiap kelas wajib mengikuti maksimal dua jenis lomba," kata Zakiyah selaku ketua panitia lomba dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemma. Cewek yang pernah menjuarai lomba wushu tingkat nasional itu menambahkan lomba puisi, desain poster, dan OOTD digelar mulai Rabu - Sabtu (11-14/8) dengan mengumpulkan video atau foto di tautan yang telah diberikan panitia. Lomba mobile legends digelar dari babak penyisihan hingga final dimulai dari Minggu - Selasa (15-17/8). Pengumuman lomba disampaikan melalui instagram IPM Spemma dan melalui whatsapp.

Merdeka di Tengah Pandemi menjadi tema lomba desain poster yang wajib dibuat oleh tiap peserta lomba. Alzena Naurah Wibisono (VIII-E) sebagai juara pertama dan Rizka Putri Pertiwi (VII-F) sebagai juara kedua memenuhi persyaratan pemenang. Ide yang orisinal, kesesuaian tema, dan konsep desain merupakan tiga faktor penilaian untuk menjadi pemenang.    

Peserta didik yang suka dengan memadupadankan baju dan tampil percaya diri dengan fotonya dapat mengikuti lomba OOTD. Nuansa Indonesia menjadi tema lomba dan juri menilai dari segi keserasian pakaian, gaya foto, dan kesesuaian tema untuk menjadi pemenangnya. Raissa Putri Nugraha (VIII-B) dan Atila Farra Maheera (IX-G) menjadi jawara pertamadan kedua lomba ini.

Bagi penyuka E-Sport yaitu permainan mobile legends juga meramaikan gelaran lomba 17 Agustusan Spemma dengan sistem single elemination. Keseruan adu strategi dan kelihaian dalam memainkan tiap hero pada masing-masing timnya menjadi ajang podcast panitia dan bisa disaksikan di tautan https://youtu.be/KhotcA5WezE. Setelah melewati seluruh babaknya, akhirnya tim Barokah E-Sport yang terdiri dari Ihsan (IX-C), Muhammad Syah Erham Amru (IX-C), Nur Fajar A.(IX-C), Thiraffi Putra (IX-C), dan Alvitho Zhafir Irsan (IX-G) menjadi jawara pertama. Sedangkan juara kedua dan ketiga diraih oleh tim Para Poke Bersatu dan tim Bahagia di Jerman. (Alimmatus Firmansyah, S.Pd.) 

IPM Spemma Gelar Lomba Puisi hingga Mobile Legends

7
SHARES
22
VIEWS
IPM Spemma
Gede Raka Pradipta Dewandaru pemenang juara pertama lomba puisi 17 Agustusan IPM Spemma. (Alim/PWMU.CO)

PWMU.CO– IPM Spemma menggelar bermacam lomba untuk meramaikan acara Agustusan. Lomba yang ditandingkan antara lain baca puisi,poster,  Outfit of the Day, hingga mobile legends. Lomba digelar secara online.

Merdeka Indonesia

Dengan tangisan banjir air mata

Berkobar hasrat juang pahlawan bangsa

Busungkan dada pahlawan bela negara


Merdeka atau mati

Tombakkan bambu runcing

Tarik busur panah

Bidik tepat dijantung penjajah

Hunuskan pedang tancapkan keris

Biarkan penjajah itu enyah

Itulah potongan dari puisi ciptaan Gede Raka Pradipta Dewandaru yang menjadi pemenang jawara pertama lomba puisi SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma). Rekaman video cowok kelas VII-A itu dapat dilihat di tautan https://drive.google.com/file/d/1RwuOCzqVWABeGQrUCCiAib1k6IjLRnlH/view?usp=sharing.

Intonasi pengucapan tiap kata yang lantang nan jelas, mimik wajah, dan kesesuaian tema menjadi faktor pendukung kemenangannya. Semangat yang berapi-api dalam menjelaskan maksud isi puisi yang dibawakannya juga memukau para juri.

Seluruh peserta lomba puisi diwajibkan membuat tema Indonesiaku yang dibuat sendiri oleh masing-masing peserta. Puisi berjudul Negeriku Indonesia karya Kevina Atalie (VII-E) meraih posisi jawara kedua.    

Lainnya lomba poster, Outfit of the Day (OOTD), dan mobile legends juga turut digelar untuk merayakan 17-Agustusan.

“Lomba tersebut dipilih agar peserta didik dapat menyalurkan bakatnya, membentuk sikap sportif dan kompetitif, serta menjadi pribadi muslim sejati di era pandemi dengan teknologi,” jelas Drs Alim MPdI, Kepala Spemma. Dia menambahkan, seluruh lomba diadakan secara daring demi menjaga protokoler kesehatan.

“Tiap kelas wajib mengikuti maksimal dua jenis lomba,” kata Zakiyah, ketua panitia lomba dari IPM Spemma.

Cewek yang pernah menjuarai lomba wushu tingkat nasional itu menambahkan, lomba puisi, desain poster, dan OOTD digelar mulai Rabu- Sabtu (11-14/8) dengan mengumpulkan video atau foto di tautan yang telah diberikan panitia.

Juara Mobil Legends

Zakiyah menjelaskan, lomba mobile legends digelar dari babak penyisihan hingga final dimulai dari Ahad-Selasa (15-17/8/2021). Pengumuman lomba disampaikan melalui instagram IPM Spemma dan Whatsapp.

Merdeka di Tengah Pandemi menjadi tema lomba desain poster yang wajib dibuat oleh tiap peserta lomba. Alzena Naurah Wibisono (VIII-E) sebagai juara pertama dan Rizka Putri Pertiwi (VII-F) sebagai juara kedua memenuhi persyaratan pemenang.

”Ide yang orisinal, kesesuaian tema, dan konsep desain merupakan tiga faktor penilaian untuk menjadi pemenang,” kata dia.   

Dia melanjutkan, siswa yang suka dengan memadupadankan baju dan tampil percaya diri dengan fotonya dapat mengikuti lomba OOTD.

”Nuansa Indonesia menjadi tema lomba dan juri menilai dari segi keserasian pakaian, gaya foto, dan kesesuaian tema untuk menjadi pemenangnya. Raissa Putri Nugraha (VIII-B) dan Atila Farra Maheera (IX-G) menjadi jawara pertama dan kedua lomba ini,” tuturnya.

Penyuka E-Sport lewat permainan mobile legends meramaikan gelaran lomba 17 Agustusan Spemma dengan sistem single elemination. Keseruan adu strategi dan kelihaian dalam memainkan tiap hero pada masing-masing timnya menjadi ajang podcast panitia dan bisa disaksikan di tautan https://youtube/KhotcA5WezE.

Setelah melewati seluruh babaknya, akhirnya tim Barokah E-Sport yang terdiri dari Ihsan (IX-C), Muhammad Syah Erham Amru (IX-C), Nur Fajar A.(IX-C), Thiraffi Putra (IX-C), dan Alvitho Zhafir Irsan (IX-G) menjadi jawara pertama. Sedangkan juara kedua dan ketiga diraih oleh tim Para Poke Bersatu dan tim Bahagia di Jerman. (*)

Penulis Alimmatus Firmansyah  Editor Sugeng  Purwanto

Jumat, 20 Agustus 2021

Belajar Menulis Berita Upacara Kemerdekaan 17-an di Portal PWMU.CO

Berikut menulis berita sebelum proses penyuntingan editor web PWMU.CO

Guru dan Tendik Spemma Gelar Jadi Petugas Virtual Ceremony Kemerdekaan 

Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-76 di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) digelar Selasa, (17/8) tepat pukul 08.00 WIB. Kegiatan seremonial untuk memperingati hari ulang tahun RI itu digelar secara virtual melalui aplikasi zoom  yang dihadiri oleh seluruh peserta didik Spemma. Ada yang berbeda kali ini, seluruh petugas upacara bukanlah peserta didik tetapi para guru dan tenaga kependidikan Spemma. Mulai dari komandan peleton, komandan upacara, pengibar bendera, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, hingga pembaca doa. Sedangkan guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya menjadi peserta upacara di lapangan sekolah.   

Seluruh peserta didik Spemma mengikuti kegiatan upacara tersebut di rumahnya masing-masing. Heru Wibowo yang didaulat menjadi komandan upacara pagi hari itu dengan lantang menyiapkan seluruh peserta upacara yang ada di lapangan. Seluruh peserta didik di rumahnya masing-masing wajib memakai seragam putih biru lengkap dengan topi sekolah layaknya upacara di sekolah sebelum masa pandemi Covid-19. "Kegiatan virtual ceremony kemerdekaan RI ke-76 ini tetap dilakukan sebagai cara memupuk semangat kebangsaaan dan sebagai bentuk rasa menghormati jasa para pahlawan," jelas Drs. Alim, M.Pd.I selaku Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. 

Pengibaran bendera merah putih dilakukan oleh tiga guru yaitu Luqman El Hakim, Zaenal Zulkarnaen, dan Dhelila Eka. Lalu ketiga petugas pengibaran bendera tersebut berjalan dan telah siap di depan tiang bendera. Komandan upacara pun memberikan perintah untuk hormat terhadap kenaikan bendera merah putih dan diiringi lagu Indonesia Raya, seluruh  peserta didik yang menyaksikan di rumahnya juga turut dalam sikap hormat terhadap bendera. "Rasa syukur selalu tetap ditumbuhkan di tengah pandemi covid-19 untuk terus semangat belajar," ujar kepsek dalam amanat upacara.  

Akhir dari upacara yang dapat disaksikan di channel youtube Spemma Surabaya ini, seluruh guru dan tenaga kependidikan Spemma melangsungkan syukuran tumpengan di lantai tiga. Syukuran itu sebagai bentuk rasa syukur dari capaian prestasi Spemma selama ini. Seluruh kegiatan yang berlangsung tetap berlangsung dengan menerapkan disiplin protokoler kesehatan secara ketat. (Alimmatus Firmansyah, S.Pd.) 

Berikut hasil menulis berita diatas setelah proses penyuntingan editor dan tayang di web PWMU.CO

Upacara Bendera Virtual Spemma, Guru Jadi Petugas

69
SHARES
216
VIEWS
Upacara bendera Spemma
Guru Spemma bertugas mengibarkan bendera di HUT RI. (Firman/PWMU.CO)

PWMU.CO– Upacara bendera virtual Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76 di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) digelar, Selasa, (17/8/21) pukul 08.00.

Upacara bendera virtual memperingati hari ulang tahun RI itu diikuti oleh seluruh peserta didik Spemma dari rumahnya masing-masing. Sementara pelaksanaan upacara berlangsung di lapangan sekolah. Petugas upacara para guru dan tenaga kependidikan. Mulai dari komandan peleton, komandan upacara, pengibar bendera, pembaca Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, hingga pembaca doa. Guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya menjadi peserta upacara di lapangan.  

Heru Wibowo, guru yang didaulat menjadi komandan upacara pagi hari itu dengan lantang menyiapkan seluruh peserta upacara yang ada di lapangan. Seluruh peserta didik di rumahnya masing-masing wajib memakai seragam putih biru lengkap dengan topi sekolah layaknya upacara di sekolah sebelum masa pandemi Covid-19.

“Kegiatan virtual ceremony kemerdekaan RI ke-76 ini tetap dilakukan sebagai cara memupuk semangat kebangsaan dan sebagai bentuk rasa menghormati jasa para pahlawan,” jelas Drs Alim MPdI, Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

Pengibaran bendera merah putih dilakukan oleh tiga guru yaitu Luqman El Hakim, Zaenal Zulkarnaen, dan Dhelila Eka. Ketiga petugas pengibaran bendera tersebut berjalan dengan langkah tegap bak paskibra sambil membawa bendera merah putih.Di depan tiang bendera mereka berhenti. Mengikat bendera, lantas siap dikibarkan.

Komandan upacara pun memberikan perintah untuk sikap hormat saat menaikkan bendera merah putih. Dirigen maju memimpin memandu menyanyikan lagu Indonesia Raya. Peserta upacara seluruhnya  yang mengikuti dari rumah turut sikap hormat dan menyanyikan lagu kebangsaan.

Setelah itu kepala sekolah menyampaikan amanat upcara. “Rasa syukur selalu tetap ditumbuhkan di tengah pandemi Covid-19 untuk terus semangat belajar,” ujar Kepala Sekolah Alim.

Akhir dari upacara yang dapat disaksikan di channel Youtube Spemma Surabaya ini, seluruh guru dan tenaga kependidikan melangsungkan tumpengan di lantai tiga. Tumpengan sebagai bentuk rasa syukur dari capaian prestasi Spemma selama ini. Seluruh kegiatan yang berlangsung tetap berlangsung dengan menerapkan disiplin protokoler kesehatan. (*)

Penulis Alimmatus Firmansyah  Editor Sugeng Purwanto

Murid Spemma mengikuti upacara bendera secara virtual di rumah.


Selasa, 17 Agustus 2021

Belajar Menulis Berita Kegiatan Akademik di Portal KLIKMU.CO

Berikut hasil berita kegiatan akademik setelah proses penyuntingan editor dan telah tayang di web KLIKMU.CO
 

Targetkan Terbaik Se-Surabaya, Tiap Dua Minggu Sekolah Ini Gelar Kompetisi Akademik

0
643
Siap UNBK: Kesepuluh siswa-siswi peraih nilai tertinggi tryout UN Bersama Masduki, S.Pd. (Tengah) Kaur Kurikulum (Foto: Spemma)
KLIKMU.CO – Meskipun rentang waktu menuju UN masih agak lama, namun persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) bagi siswa-siswi kelas IX sudah dimulai oleh SMP Muhammaidyah 5 Surabaya (Spemma) sejak Agustus 2018. Cara yang dilakukan sekolah unggulan itu ialah mengelar Bimbingan Belajar (Bimbel) dengan review materi-materi UN yang telah disampaikan di kelas VII dan VIII.

Masduki, S.Pd. Kepala Urusan (Kaur) Kurikulum Spemma mengatakan bahwa penambahan jam belajar materi UN yang diadakan itu efektif meningkatkan kemampuan siswa.

Para siswa juga dilatih mengerjakan soal-soal yang terdapat dalam mata pelajaran UN. Lalu tiap 2 atau 3 minggu sekali digelar tryout (latihan) soal mapel UN untuk mengetahui evaluasi hasil penyampaian materi-materi di bimbel.

Kata Masduki, untuk memupuk semangat belajar siswa, Spemma mengadakan kelas rolling bimbel untuk tiap dua kali tryout. “Tahun ini seluruh siswa diwajibkan mengikuti bimbel agar terpenuhi target hasil UN,” katanya.

Dia menambahkan untuk tiap dua kali tryout, para siswa diberi penghargaan kepada sepuluh besar siswa yang berhasil mencapai nilai tertinggi. Langkah ini dilakukan sebagai role model kompetisi akademik untuk sukses UN untuk menghadapi tiap kali tryout.

Senin (24/9) seusai upacara bendera tadi pagi telah diserahkan penghargaan kepada sepuluh siswa terbaik peraih nilai tertinggi tryout. Kesepuluh siswa tersebut memperoleh perlengkapan sekolah terutama berupa alat-alat tulis menulis.

“Bukan nilai dari penghargaan yang dilihat tetapi jiwa kompetisi untuk selalu menjadi yang terbaik dalam tiap kali belajar dan tiap mengerjakan soal-soal UN ketika tryout,” jelas Kaur Kurikulum tersebut.

Akmal Wicaksono menjadi terbaik dengan nilai tryout 36,7 dan posisi kedua diraih oleh Rafi Arya Putra Hariyadi (36,5). “Bangga sekaligus harus dapat dipertahankan hingga terlaksananya UN kelak,” ujar Akmal, siswa kelas IX-A itu ketika ditanya perasaaannya menerima penghargaan ini. (Firman/Abd)

Belajar Menulis Berita Kompetisi Anak Sholeh di Portal KLIKMU.CO

Berikut hasil berita kompetisi anak sholeh setelah proses penyuntingan editor dan telah tayang di web KLIKMU.CO

Kompetisi Anak Sholeh 2018 Ala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya

0
1495
Menggambar: Suasana lomba menggambar di KAS Spemma KAS 2018. (Foto: Firman)
KLIKMU.CO – Pagi itu Sabtu (3/11) tidak kurang dari 270 siswa-siswi siswa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Surabaya dan sekitarnya silih berganti berdatangan menuju ke lobby SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma).

Mereka didampingi orang tua atau guru-gurunya lengkap dengan busana muslimah melakukan registrasi lomba Kompetisi Anak Sholeh (KAS) 2018. Sebuah kompetisi yang kali pertama digelar di Spemma Surabaya.

Terdiri dari delapan jenis lomba yang dikompetisikan dalam kejuaraan itu, seperti lomba tahfidzul qur’an, lomba tartil quran, Lomba da’i cilik, lomba adzan, lomba menggambar masjid, lomba kaligrafi, lomba story telling, olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) Online.

Luqman El Hakim Ketua Panitia KAS Spemma menjelaskan tujuan dari dilaksanakan kegiatan tersebut ialah untuk mengembangkan budaya-budaya Islam yang kini banyak ditinggal oleh para generasi muda dan dalam rangka memperingati milad Muhammadiyah. Juga bentuk pengenalan Spemma kepada para peserta lomba.

“Cukup dengan biaya per lomba sebesar Rp 25 ribu, para peserta dapat mengikuti lomba-lomba yang ada di KAS. Khusus untuk olimpiade PAI online telah digelar babak penyisihan dengan mengerjakan 40 soal pilihan ganda dari mata pelajaran PAI mulai kelas 1-6 SD melalui website www.learning.spemma.sch.id.,” kata Lukman tentunya peserta memperoleh akun peserta untuk mengerjakan secara online mandiri soal-soal babak penyisihan selama 120 menit.

Lukman menjelaskan, terkait mekanisme olimpiade PAI online yaitu peserta diberi batas mengerjakan soal babak penyisihan mulai Senin-Minggu (22-28/11) secara mandiri di rumah atau di sekolah masing-masing peserta. Lalu untuk babak finalnya digelar Sabtu (3/11) bersama lomba lainnya di Spemma.Sementara untuk lomba tahfidz, peserta diuji dengan metode sambung ayat-ayat dengan surat-surat pendek yang ada di juz 30. Peserta tinggal mengambil undian soal yang berisi potongan ayat lalu diberikan ke juri dan peserta meneruskan ayat. Adapun lomba tartil membaca ayat sesuai undian secara tartil dihadapan juri.

Lukman mengatakan, sang juara ditentukan berdasarkan kriteria penilaian yang berupa fashohah, makhorijul khuruf, tajwid, adab dan intonasi. Selain itu, ada lomba adzan dengan ketentuan peserta menyuarakan adzan subuh dan pemenangnya ditentukan dari makhraj, tajwid, irama, suara, penjiwaan, dan penghayatan.

“KAS Spemma 2018 juga menggelar lomba di bidang seni lukis islami melalui lomba menggambar masjid dan lomba kaligrafi. Panitia telah menyediakan kertas gambar berukuran A3 untuk media menggambar masjid dan menulis kaligrafi. Gambar wajib diselesaikan selama 120 menit dengan menggunakan krayon atau pensil warna yang dibawa peserta. Pemenang dipilih dengan kriteria kebenaran tulisan kaligrafi, keindahan, ketepatan waktu menggambar, perpaduan dan kerapihan warna,” jelasnya sembari menjelaskan lomba English Story Telling dengan tema cerita Nabi dan Rasul. Tiap peserta diberi waktu 7-10 menit untuk menyampaikan ceritanya dalam bentuk bahasa Inggris dihadapan dewan juri dan dibolehkan membawa properti pendukung penampilan.

“Para pemenang dipilih berdasar kriteria yang terdiri dari pronounciation, intonation, story substances, expression, performance (costum dan property), dan grammar. Para peserta yang suka dengan pidato tentang tema meneladani Rasulullah juga diberikan kesempatan panitia melalui lomba da’i cilik.”

Berikut para pemenang lomba KAS Spemma 2018 : Juara I hingga III olimpiade PAI online diraih oleh Nafisah Aliya Nadhifa (SD Muhammadiyah 6 Surabaya), Cherryzia Ryenka Salsabila (SD Muhammadiyah 4 Surabaya), dan Zulayka Fadia Rachma (SD Muhammadiyah 4 Surabaya).

Para pemenang lomba tahfidzul Qur’an diraih oleh Zaky Alim Syuhada (SD Muhammadiyah 18 Surabaya) sebagai Juara I sedangkan Juara II dan III diraih berturut-turut oleh Malaika Achmadar (SD Nurul Ulum) dan Mazida An’um Ummi Hirza (SDIT Ghilmani). Lomba tartil Qur’an dimenangkan oleh Muhammad Athoillah Al’ulya (SD Takmiriyah Surabaya) sebagai juara I, Hanun (MI EL Rahma) sebagai juara II, dan Ahmad Reyhan G (SD Yapita Surabaya) sebagai juara III. Untuk Abnu Nanda Rasyid Syabur (MI Muhammadiyah 5 Surabaya), Daniswara Hafizh Fadhilah (SD Muhammadiyah 4 Surabaya), dan Bintang Dava Muhtarom (SD Alkhairiyah 1 Surabaya) merupakan urutan pemenang lomba adzan mulai juara I, II, dan III. Para pemenang lomba Kaligrafi yaitu Karina Chintya Laura (SD Muhammadiyah 18 Surabaya) meraih juara I, Fida Qurrotu Aini (MI Muhammadiyah 5 Surabaya) meraih juara II, dan Azzidni Taflatazani Arif (SD Muhammadiyah 10 Surabaya) meraih juara III.

Sedangkan pemenang lomba menggambar masjid diraih oleh Anisyah (SD Muhammadiyah 6 Surabaya) sebagai juara I, Aisyah Adnega Sadira Fausta (MI Muhammadiyah 5 Surabaya) sebagai juara II, dan Arawinda Agatha Kamil (SD Muhammadiyah 4 Surabaya) sebagai juara III. Pemenang Dai cilik yaitu M. Kays Abizar (SD Alkhairiyah 1 Surabaya) juara I, Diandra Elvaretta (MI Muhammadiyah 25 Surabaya) sebagai juara II, dan Nur Fatiha Tuzzakiyah (MI Al Ikhlas Surabaya) sebagai juara III. Untuk pemenang English Story Telling diraih oleh Rizka Noor Rhama (SD Muhammadiyah 6 Surabaya), Aptacalya (SD Muhammadiyah 4 Surabaya), Talitha Nabilah (SD Alkhairiyah 1 Surabaya) sebagai juara III.

Lukman mengatakan, seluruh pemenang mendapatkan trophy dan sertifikat serta beasiswa pendidikan dari Spemma. Selain itu memperoleh uang sejumlah Rp. 350 ribu bagi juara I, Rp. 250 ribu bagi juara II, dan Rp. 150 ribu bagi juara III.

“Senang sekali dalam berpartisipasi dalam lomba ini, saya dapat menguji hafalan ayat-ayat Quran yang selama ini saya latih dengan bapak ibu guru disekolah beserta orang tua di rumah,” ujar Zaky salah satu peserta lomba. (Firman/Dul)

Lima Tips Hindari Insecure Ala Dai Muda Spemma

Pernahkah kalian merasa tidak percaya diri? Pernahkah kalian selalu suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Nah, kalau pernah art...