Berikut tulisan sebelum disunting editor PWMU.CO
Peringati Tahun Baru Islam, Spemma Ajak Cintai Al-Quran
Tahun baru Islam yang diperingati tiap 1 Muharram menjadikan awal bulan islami yang digunakan untuk momentum terus memperbaiki diri bagi seluruh umat. Salah satu bentuk perbaikan diri (hijrah) yang wajib dilakukan umat muslim yaitu meningkatkan ketaqwaannya melalui cinta Al-Quran. Dengan mengusung tema One Muharram, One Hours, One Juz , SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) mengajak seluruh peserta didik dan guru untuk mencintai Al-Qur’an.
Kegiatan yang diadakan Senin (9/8) ini diawali dengan kegiatan talkshow secara daring dengan menghadirkan Ustadz Husni Mubarok yang merupakan hafidz 30 Juz terbaik se-Asia Tenggara dan Pasifik. “Kehadiran ustadz husni diharapkan dapat menjadi pemantik seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan agar lebih mencintai Al-Qur’an dalam menjalani kehidupan di tahun baru Islam ini,” kata Drs. Alim, M.Pd.I selaku kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dalam sambutannya. Beliau menambahkan bahwa dengan belajar ilmu Al-Qur’an dapat membuat sukses dalam belajar ilmu-ilmu lainnya di dunia dan sebagai bekal di akhirat kelak.
Kegiatan yang dihadiri hampir 600-an peserta juga dihadiri oleh Ustadz Al-Ayyubi S.Th.I., M.Pd.I. selaku kepala divisi diklat tim tilawati Citra Anak Sholeh. Kedua penyaji menceritakan pengalamannya dalam menghafal Al-Qur’an hingga sekarang kepada seluruh peserta. Ustadz Al Ayyubi yang juga pernah menjadi imam sholat dari presiden Susilo Bambang Yudhono dengan para duta besar di Bali itu telah menghafal Al-Qur’n sejak SMP kelas VIII. Beliau bercerita, selama 2 tahun telah hafal 30 juz sampai hingga sekarang terus mengulangi hafalan-hafalannya. “Saya sempat 6 bulan pulang dari pondok karena merasa tidak kerasan dan menyesal tidak menyelesaikan hafalannya,” cerita pelatih munaqis tilawati itu ketika ditanya moderator mengenai keluh kesahnya dalam menjalani proses menghafal Al-Quran. Ustadz yang sejak lulus SMA telah menjadi imam masjid di Nusa Dua Bali itu juga kerabat dekat ustadz Husni Mubarok.
“Saya berkeinginan menghafal Al-Quran justru dimulai sejak berada di kelas XI di madrasah Aliyah dan waktu saya sampaikan ke Ayah,” kata ustadz Husni yang juga menjadi juara 1MHQ-H nasional 2014. Setelah dari lomba tersebut, beliau terus dilatih oleh ayahnya selama 14 hari untuk mengikuti lomba menghafal Al-Quran se-Asia Tenggara dan Asia Pasifik. “Alhamdulilah dengan dukungan dari seluruh keluarga, saya meraih juara ketiga terbaik dari 25 peserta lomba,” tambah ustadz yang meraih prestasi itu ketika usia 22 tahun.
Ketika ditanya moderator alasan ustadz Ayubbi memilih untuk menjadi hafidz, beliau mengatakan, “Al-Qur’an adalah salah satu buku yang dapat dihafal diantara buku-buku lainnya. Kekaguman akan seluruh pemandangan di muka Bumi yang diciptakan oleh Allah SWT terjemahkan seluruhnya di Al-Qur’an.” Lalu ketika ditanya salah satu peserta kegiatan, mengapa dalam menghafal Al-Qur’an dapat mudah hafal dan mudah juga untuk lupa? Ustadz husni menjelaskan lupa itu adalah hal yang paling manusiawi. Al-Qur’an juga mempunyai sifat mudah hafal dan mudah lupa. Untuk itu, ketika kita telah memilih untuk menghafal Al-Qur’an, artinya telah memilih untuk kontrak seumur hidup untuk selalu murojaah meski telah hafal 30 Juz hingga ajal menjemput.
Ada tiga kunci sukses yang dapat dijadikan pegangan para penghafal Al-Qur’an agar sukses hafalan dan dapat menghayati makna ayat-ayat suci Al-Qur’an. “Kemauan yang keras, konsisten, dan selalu sabar dalam proses menghafal ayat-ayat Al-Qur’an,” kata ustadz yang merelakan waktunya ketika lulus SMA untuk 2 tahun tidak melanjutkan ke dunia mahasiswa demi menghafal Al-Qur’an tersebut. Beliau juga menambahkan, Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk wajib menghafal Al-Qur’an tetapi sesuai kemampuannya. Waktu terbaik untuk menghafal Al-Qur’an menurut ustadz Husni yaitu di setiap waktu luang dalam kesibukan menjalani aktivitas sebaiknya digunakan untuk selalu membaca dan terus menghafal.
Setelah kegiatan talkshow tesebut, seluruh peserta diajak untuk membaca bersama-sama ayat suci Al-Qur’an yang terdfapat di Juz 30. Bersama dengan peserta didik yang ada di kelas tahfidz, seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan bersama-sama membaca Al-Qur’an tersebut hingga selesai. Lalu kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pesan untuk seluruh peserta agar menjadikan Al-Qur’an di tiap awal belajarnya.
Tulisan setelah proses penyuntingan oleh editor PWMU dan tayang di web PWMU.CO
Spemma Ajak Cintai Al-Quran

PWMU.CO – Spemma mengajak mencintai al-Quran dalam kegiatan memperingat Tahun Baru Islam 1 Muharram, Senin (9/8/21).
Dalam kegiatan yang mengusung tema One Muharram, One Hours, One Juz, Kepala SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Surabaya Drs Alim MPdI mengatakan tahun baru ini dijadikan momen seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan agar mampu menjalani kehidupan di tahun baru Islam ini lebih baik dengan pegangan al-Quran.
“Dengan belajar ilmu al-Quran dapat membuat sukses dalam belajar ilmu-ilmu lainnya di dunia dan sebagai bekal di akhirat kelak nanti,” ujarnya.
Dia mengungkapkan Tahun baru Islam yang diperingati tiap 1 Muharram menjadikan awal bulan Islami yang digunakan untuk momentum terus memperbaiki diri bagi seluruh umat.
“Salah satu bentuk perbaikan diri (hijrah) yang wajib dilakukan umat muslim yaitu meningkatkan ketaqwaannya melalui cinta al-Quran. Untuk itu, di acara ini juga sekolah mengundang Husni Mubarok yang merupakan hafidz 30 Juz terbaik se-Asia Tenggara dan Pasifik,” katanya.
Imam Shalat SBY
Dalam kegiatan yang dihadiri 600 peserta ini juga dihadiri Al-Ayyubi SThI MPdI. Kepala Divisi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
Tim Tilawati Citra Anak Sholeh menceritakan pengalamannya dalam menghafal al-Quran kepada seluruh peserta.
“Saya sempat 6 bulan pulang dari pondok karena merasa tidak kerasan dan menyesal tidak menyelesaikan hafalannya,” cerita pelatih munaqis tilawati itu ketika ditanya moderator mengenai keluh kesahnya dalam menjalani proses menghafal al-Quran.
Setelah dari lomba tersebut, lanjutnya, terus dilatih ayah selama 14 hari untuk mengikuti lomba menghafal Al-Quran se-Asia Tenggara dan Asia Pasifik.
“Alhamdulilah dengan dukungan dari seluruh keluarga, saya meraih juara ketiga terbaik dari 25 peserta lomba,” tambah ustadz yang meraih prestasi itu ketika usia 22 tahun.

Pilih Penghafal Quran
Ayubbi mengungkapkan memilih untuk menjadi hafidz dikarenakan al-Quran adalah salah satu buku yang dapat dihafal di antara buku-buku lainnya.
Dia memaparkan lupa dalam menghafal al-Quran itu hal paling manusiawi. Untuk itu, ketika kita telah memilih untuk menghafal al-Quran, artinya telah memilih untuk kontrak seumur hidup untuk selalu murojaah meski telah hafal 30 Juz hingga ajal menjemput.
“Ada tiga kunci sukses yang dapat dijadikan pegangan para penghafal al-Quran agar sukses hafalan dan dapat menghayati makna ayat-ayat sucinya,” terangnya.
Tiga kunci itu, sambungnya, adalah memiliki kemauan yang keras, konsisten, dan selalu sabar dalam proses menghafal ayat-ayat al-Quran.
“Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk wajib menghafal al-Quran tetapi sesuai kemampuannya,” tandasnya. (*)
Penulis Alimmatus Firmansyah. Editor Ichwan Arif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar